Jumat, 05 Oktober 2012

Coretan untuk Ikhwan dan Akhwat

Untuk Ikhwan:
"Wanita selalu mengembalikan yang lebih untuk pria.
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.
Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.
Tapi jika kau memberinya hinaan, ia akan memberimu doa dalam airmata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta KEMALANGAN!"
Jika kemarin kamu berdoa & yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik dari Allah.
Bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalu mu & yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.
Ia yang selalu cemas & hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.
Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, cemburunya berarti sayang, airmatanya bisa menyayat hatimu, tapi jika sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka merenunglah sejenak!
"Mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk pria.. bukan dari tulang kepala karena wanita bukan untuk memimpin pria, bukan dari tulang kaki karena wanita bukan alas kaki pria & diinjak. Tapi ia tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati, untuk dilindungi & disayangi. Karena wanita akan terlelap dalam dekapan pria, karena wanita tahu dari sana dia berasal."


Untuk Akhwat:
"berabad2 yang lalu wanita derajatnya tidak lebih dari sebuah barang, bisa ditukar, dijual, atau dibuang bila bosan... Dan lelaki, adalah pemiliknya.. Bayi perempuan yang terlahir menjadi aib bagi keluarga hingga harus dikubur atau dikuliti hidup2...
Hingga kemudian cahaya keimanan datang membumihanguskan segala kejahiliahan, mengembalikan norma dan hati nurani manusia kembali ke tempatnya, saat itu wanitia begitu luhur derajatnya.. Seorang wanita disanjung sebagai tiang penyangga tegaknya sebuah negara. Peran dan fungsi wanita dikembalikan pada fitrah penciptaannya.. Seorang ibu, bahkan telapak kakinya dianalogikan sebagai gerbang kebahagiaan surga, kepatuhan seorang anak sebagai kunci pembukanya.. Wanita begitu berharga, mereka begitu mulia.. tak salah pepatah menceritakan bahwa dibalik sukses seorang pria, selalu ada sosok wanita tangguh di belkangnya... 
Namun saksikanlah kini,, tidak susah menjumpai wanita yang mengobral murah dirinya sendiri.. Bahkan *Maaf* ada y membuat diri mereka gratis, atau bahkan mungkin ada y lebih ekstrem dari itu, dengan memberi upah.. *maaf*
Dalam lingkup kecil kampus STIS tempat kita menimba ilmu dan menempa diri, mungkin lingkungan ini terasa jauh tak tersentuh,,, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, kita dipilihkan lingkungan yang baik ini.. Namun, kita tidak bisa selalu menutup mata, mereka ada, mereka nyata di sekeliling kita... Mereka bagian dari kita...
betapa penting bagi kita saling menjaga diri, memantaskan diri dengan harga y kita patok sendiri,, apakah harga kita sebatas rayuan gombal ataukah ikatan suci dalam ibadah.. Ini cakupan pilihan sederhana yang mungkin masih dekat dengan kita.. Ini adalah pilihan nyata yang harus kita kuatkan dalam prinsip kehidupan kita..
Dalam sistem sosial manusia, komunikasi selalu dilakukan dua arah dan timpal balik, maka sudah sepantasnyalah penjagaa diri seperti ini, dilakukan oleh dua pihak yang berkaitan.. Bukan hanya tugas wanita untuk menjaga dirinya sendiri,, namun sinergi antara Pria dan wanita kuncinya... Demi kemuliaan fitrah manusia itu sendiri.. 
Tahapan kita sebagai golongan intelektual terpelajar mestinya lebih akrab memahami bahasan ini, sehingga lebih mudah bagi kita untuk saling menjaga diri,, apalagi dalam hiruk pikuk kemegahan metropolitan.. Namun, tuntutan kita tidak berhenti sampai pada pemahaman kita akan harga diri kita sendiri,, kini,, tugas kita saling mengingatkan para wanita mulia yang lupa betapa berharganya dia.. Mari Mulia bersama-sama!!"